LBM Menulis: Warna Warni Di Balik Bidik Misi by Dede Ahmad (Cerpen)

images (5)

WARNA WARNI DI BALIK BIDIKMISI

OLEH : DEDE AHMAD

Cerita ini diambil dari kejadian nyata yang dialami oleh 3 orang sahabat yang sewaktu sekolahnya menjadi siswa doktor (mondok dikantor), dimana 3 orang ini adalah dede ahmad tajjul arifin, erwinsyah dan muhammad tuhaeni. yang memiliki tekad yang kuat untuk melangsungkan masa depan yang lebih cerah secerah bulan purnama di malam yang cerah. perjalan yang berliku dan berwarna menjadi tantangan tersendiri dan menjadi saksi bisu tercapainya cita-cita dan keinginan dari tiap diri 3 orang sahabat ini.

Ketika itu diwaktu siang menjelang sore, dibawah pohon lamtoro yang indah diatas sebuah kebun praktek milik sekolahan, sedang nampak duduk bersenderan seorang siswa sekolah yang baru selesai praktikum. Siswa itu memisahkan diri dari rekan”nya yang masih bekerja karena belum selesai pekerjaannya. Siswa tersebut terduduk lelah sembari merenungkan nasib masa depannya yang akan ia tempuh. Siswa tersebut bernama tajjul arifin.

Tajjul arifin ini sedang menginjak kelas 12 smk dan sedang menempuh semster akhir di sekolahnya tersebut. Dia sekolah di SMK N 1 PACET, dan berada di jurusan pertanian. Sembari beristirahat, dia memikirkan masa depan yang akan dia tempuh setelah lulus nanti. Sambil melamun berkepanjangan., tiba-tiba temen”nya datang dan mengagetkannya sampai dia jatuh tersungkur kebawah. Temen-temennya tertawa terbahak-bahak begitupun siswa tersebut tersenyum malas karena tahu temen-temennya sedang bercanda. Lalu temen-temennya membantu di bangkit dan mengajak istirahat ke kantin sekolah. Setelah itu mereka semua bergegas ke kantin dan sambil istirahat menanti adzan ashar.

Setibanya di kantin, semua yang ada disana menceritakan apa yang akan mereka lakukan atau impikan setelah lulus nanti. Ada yang bilang ingin bekerja, ingin magang ke luar negeri, ada yang ingin melanjutkan kuliah, ada yang ingin melanjutkan perusahaan keluarga/orang tuanya, dan banyak lagi yang berbicara dengan beragam keinginan dan cita-cita masing-masing. Lagi serius-seriusnya, tiba-tiba salah satu dari mereka berkata sambil bersenda gurau ingin melangsungkan ke jenjang pernikahan. Lalu semua yang ada disana tertawa tebahak-bahak. Anak tersebut dipojok-pojokan dengan cita-citanya melangsungkan pernikahan. Sampai-sampai temen perempuan sekeklasnya dijadikan bulan-bulanan perjodohan oleh mereka. Tak terasa biristirahat sembari bersenda gurau, adzan ashar pun berkumandang, segera mereka bergegas menuju mesjid yang tak jauh keberadaannya dari kantin tersebut.

Selesainya mereka beristirahat dan sholat, lalu bergegaas kembali ke tempat praktek untuk penutupan kegiatan praktek di hari itu. Penutupan berupa apel dimana didalamnya memuat evaluasi kegiatan mereka yang telah dilaksanakan kala itu dengan membahas sekilas apa yang akan mereka langsanakan esok harinya. Setelah apel penutupan selessai, semua bergegas pulang. Terkecuali tajjul dan dua orang temannya yang santai-santai saja. Kedua orang teman tajjul ini bernama muhammad tuhaeni dan erwinsyah. Tajjul dan kedua orang temannya ini tidak bergegas pulang, karena mereka menetap di sekolahan. Mereka mendapatkan kepercayaan dari sekoahan untuk mengurus salah satu proyek milik sekolah dan mereka juga mendapatkan tempat tinggal di sekolah tersebut. Setelah semua pulang dan hanya tinggal angin yang berlalu serta bangunan-bangunan sekolah yang nampak, tajjul dan kedua temannya tersebut bergegas menuju tempat mereka tinggal di sebuah ruang kantor guru milik jurusan pertanian. Merka bergegas ke kantor dan mempersiapkan diri untuk membuat makan untuk malam menjelang nanti.

Sudah menjadi sebuah tradisi, dari ketiga orang ini, yang biasa masak yaitu tajjul. Tajjul mempersiapkan makanan, sedangkan muhammad tuhaeni mencari atau membeli keperluan untuk dimasak. Tapi terkadang mereka memasak bersama. Sedangkan erwinsyah mengurus pekerjaan proyek di bidang keadministrasian di komputer. tak terasa waktu berlalu, masakan sudah selesai dan erwin pun menyelesaikan pekerjaannya di komputer. setelah itu, mereka bergegas mempersiapkan diri untuk solat, karena adzan pun telah berkumandang. Mereka sholat menuju mesjid di sekitar sekolah, terkadang mereka solat di kantor. Setelah mereka melaksanakan ibadah solat dan sebagainya, lalu mereka bergegas untuk makan dan beristirahat. Sambil beristirahat, mereka mengulas kembali apa yang menjadi topik pembicaraan teman-temannya tadi dikantin sekolah. Tajjul, kala itu bertanya kepada erwin dan tuhe apa yang akan mereka kerjakan atau mereka tempuh setelah lulus nanti. Lalu erwin menjawab, “saya mah mungkin akan bekerja dulu, atau mesantren, tapi kalau bisa mah saya ingin kuliah”. Tuhe menyambung omongan erwin, “ ya win mending kita mesantren aja, trus kita bisa berbarengan lagi” ujar tuhe. Dan terjadilah pembicaraan yang mulai serius. Tak lama berbicara, lalu mereka balik bertanya kepada tajjul, dan tajjul pun menjawab sama.

Tak terasa dengan perbincangan mereka, waktu menunjukkan pukul 10 malam. Lalu mereka bergegas solat isya bareng dan segera tidur.

Menjelang pagi, adzan subuh berkumandang, lalu mereka bangun dan segera bergegas solat dan mempersiapkan diri untuk sekolah. Untuk sarapan pagi mereka terbiasa di kantin, karena tidak sempat masak. Setelah siap, lalu mereka bergegas ke kantin untuk sarapan, sembari menunggu teman-temannya datang. Tak lama kemudian, teman-temannya datang dan bel tanda masuk sekolah pun berbunyi, lalu mereka bergegas untuk praktek lagi. Setelah apel pagi, pembukaan kegiatan praktek pada hari itu selelsai, semua siswa bergegas menuju lahan praktek. Praktek dilaksanakan dari pagi sampai menjelang ashar. Ketika praktek sedang berlangsung, tiba-tiba salah satu guru yang mengawasi kegiatan praktek menyuruh semua siswa beerkumpul di ruangan. Semua siswa terheran-heran, dan salah satu dari mereka bertanya kepada guru tersebut. Lalu guru tersebut menjawab “ ada pengumuman dari humas sekolah dan kesiswaan”. Lalu semua bergegas menuju ruangan.

Ketika di dalam ruangan, kesiswaan dan humas mengumunkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, industri-industri yang menerima siswa-siswa yang siap kerja, dan perusahaan-perusahaan luar negeri yang bersedia menampung siswa yang mau magang di perusahaannya.

Selesai dari pengumuman, tajjul dan kedua temannya memisahkan diri. Mereka membicarakan apa yang telah disampaikan oleh humas dan kesiswaan tersebut. Sedang asik-asiknya proses pembiacaraan, lalu ketua jurusan datang menghampiri. Lalu terlibatlah pembicaraan dengan ketua jurusan. Ketua jurusan bertanya, “kalian mau melanjutkan atau bagaimana, saran bapak kalian tetap dulu aja disini melanjutkan proyek sekolah ini, sambil menunggu kepastian apakah kalian mau melanjutkan atau bekerja di tempat lain. Atau kalau kalian mau melanjutkan, segeralah mencari informasi ke humas mengenai beasiswa yang sudah disampaikan tadi”. tidak lama kemudian, kami langsung mengambil keputusan dengan ingin mencoba beasiswa untuk kuliah. Lalu ketua jurusan bilang untuk menyegerakan mencari informasi kepada humas.

Sedang asik-asiknya perbincangan dengan ketua juruusan, teman-teman yang lain datang menghampiri. Lalu mereka pun terlibat dalam pembicaraan. Mereka pun ada yang berminat untuk mencoba beasiswa tersebut. Lalu semua terfokus pada beasiswa, dan kala itu ketua jurusan memberikan keringanan dengan menyelesaikan praktek sampai jam 12, dan setelahnya mereka dibebaskan untuk mencari tahu informasi selanjutnya mengenai beasiswa ke humas sekolah.

Beberapa saat kemudian, praktek pun selesai. Semua bergegas menuju humas sekolah dan menanyakan informasi beasiswa tersebut. Setelah semua informasi di peroleh, semua siswa bergegas pulang untuk memenuhi persyaratan dan menyegerakan daftar sesuai dengan perguruan tinggi yang dipilih. Ketika pendaftaran, Tajjul memilih perguruan tinggi negeri UGM dan IPB, sedangkan tuhe memilih UNPAD dan IPB dan erwin memilih UNPAD dan IPB.

Setelah semua pendaftaran selesai, dengan persyaratan –persyaratan yang telah dilaksanakan, semua siswa menjalani hari-hari seperti biasanya dengan praktek. Pendaftaran yang telah dilaksanakan tinggal menunggu pengumuman selanjutnya.

Setelah sekian lama menunggu, dan kegiatan pembelajaran sekolah pun telah selesai, semua kelas 12 tinggal menunggu kelulusan. Semua siswa kelas 12 dibebaskan bersekolah, dan difokuskan terhadap pencapaian yang ingin ditempuh setelah lulus nanti. Pada suatu hari, ketika sedang berkumpul bersama, tajjul dipanggil oleh humas untuk menyampaikan informasi mengenai pengumuman beasiswa perguruan tinggi yang di terima dan yang tidaknya. Lalu hari berikutnya semua kelas tiga dikumpulkan. Semua kelas tiga dikumpulkan di lapangan, dan semuanya tampak kelihatan cemas dan semangat penuh harapan. Ketika penngumuman berlangsung, ternyata salah satu teman tajjul ada yang di panggil. Orang tersebut adalah muhammad tuhaeni. Ternyata yang dipanggil itu adalah siswa yang lulus, dan tuhe lulus beasiswa dan diterima di UNPAD. Setelah pengumuman berakhir, ternyata hanya 2 orang yang diterima yaitu tuhe dan teman tajjul lainnya dari jurursan yang lain. Tajjul dan teman-temannya merasa kecewa sekaligus bahagia, meskipun tidak keterima, tapi setidaknya da perwakilan dari mereka yang bisa keterima beasiswa dan lebihnya lagi dirterima nya di perguruan yang memang favorit, yaitu di UNPAD.

Setelah semua berlalu, kini tinggal tajjul dan erwin yang belum pasti masa depannya. Lalu mereka berdua mencoba mencari informasi-informasi lagi kepada humas. Ternyata masih ada beasiswa jalur lain. Tanpa berpikir lama, tajjul dan erwin langsung menyanggupi dan mencoba mendaftar dengan perguruan tinggi yang dipilih sesuai dengan pilihan awal, dan tajjul pun mencoba mengikuti jejak tuhe dengan memilih perguruan yang sama yang dipilih tuhe dan erwin sebelumnya. Setelah mendaftar, tinggal menunggu pengumuman hasil.

Setelah lama menunggu, dengan aktivitas biasa di proyek sekolah, tiba-tiba pada suatu hari ada informasi mengenai beasiswa yang sedari awal tajjul dan erwin mendaftar. Dari pengumuman tersebut ternyata tajjul dan erwin masih tetep tidak lolos. Kekecewaan bercampur aduk dengan kekesalan. Tajjul dan erwin merasa kecewa, sampai mau menyerah. Melihat situasi ini, tajjul dan erwin dipanggil oleh ketua jurusan dan diberikan pengarahan. Timbul semangat baru didalam diri tajjul dan erwin setelah mendapat pengarahan dari ketua jurusan.

Dua minggu setelah hari itu, tiba-tiba tajjul dan erwin dihubungi oleh humas bahwasanya ada peluang beasiswa lain tetapi dengan tahap ujian seleksi. Tanpa berpikir lama, tajjul langsung mendaftar, sedangkan erwin belum. Dia masim merasa kecewa dan menyerah ketika sudah 2 kali mendaftar tapi tidak keterima juga. Tetapi dengan dorongan motivasi dari yang lain, akhirnya erwin pun ikut mendaftar. Erwin tetap dengan pergurun tinggi pilihanyya, sedangkan tajjul mengubah pilihan perguruan tinggi nya ke UPI bandung. Setelah mendaftar, lalu tajjul dan erwin melaksanakan ujian seleksi ke bogor dengan teman-temang yang lain yang ikut pendaftaran beasiswa tersebut. Ujian dilaksanakan selama tiga hari, erwin dan tajjul menginap di sebuah mesjid yang dekat dengan lokasi ujian karena di daerah bogor tersebut ternyata jauh dari kerabat-kerabat dan sanak keluarga ataupun sodara.

Setelah ujian berlalu, ada pengumuman mengenai lulus tidaknya ujian yang telah dilaksanakan. Setelah melihat daftar peserta yang lulus di internet, ternyata nama erwinsyah tidak muncul, sedangkan nama tajjul muncul. Tajjul diterima di perguruan tinggi UPI bandung. Erwin tidak lolos, dan dia merasa kecewa kali ketiganya. Tajjul merasa bahagia setelah sekian lama mencoba akhirnya bisa lolos juga, tetapi tajjul menahan perasaan bahagianya karena erwin tidak lolos. Dengan mencoba membantu erwin, ternyata pihak sekolah memberikan peluang beasiswa kepada erwin untuk kuliah di perguruan tinggi swasta. Tetapi erwin tidak menggubrisnya, dia tidak menerimanya karean kekesalan dan kekecewaan yang terlalu mendalam. Setiap kali mencoba selalu gagal terus, sehingga erwin tidak menerima beasiswa dari sekolah tersebut.

Sekolah mencoba membujuk erwin, sampai orang tua erwin pun dipanggil. Tetapi orang tua erwin pun menyerahkan kembali semuanya kepada erwin, karena mereka berpikir erwinlah yang akan menjalankan ini semua. Dengan keputusan erwin yang tetap pada prinsifnya tidak menerima beasiswa tersebut, sekolah pun berlaku bijak untuk tidak memaksa erwin.

Setelah kejadian itu berlalu lama, tiba saatnya pelulusan. Ketika itu perayaan pelulusan dilaksanakan di lahan sekolah bagia atas, tepatnya di kawasan jurusan pertanian. Perayaan pelulusan berjalan dengan seksama, dengan dibuka oleh bupati cianjur secara langsung dan di liput langsung oleh saluran TV cianjur. Ketika acara pelulusan berlangsung, erwin dipanggil dan ternyata ada sebuah perusahaan peternakan yang membutuhkan seorang staf di bagian manajemen. Erwin menerimanya dan erwin ditempatkan sebagai manajer di perusahaan tersebut. Rasa bahagia muncul dalam diri erwin, meskipun dian tidak menerima beasiswa, tetapi ternyata erwin bisa mendapatkan yang lebih dari pada itu semua.

Lalu erwin, tuhe dan tajjul merayakan kebahagiaan dan anugerah dari allah ini dengan ngeliwet bareng dengan adik-adik kelas. Tetapi kebahagiaan ini tida terlalu lama, karena ternyata ada panggilan untuk tuhe untuk segera menuju ke kampus UNPAD untuk menyelesaikan administrasi dan pendaftaran ulang meskipun pada dasarnya tuhe itu mendapatkan beasiswa bidi misi tetapi administrasi pendaftaran harus dilaksanakan. Tetapi alhamdulillahnya beasiswa bidi misi berarti tanpa biaya sepeserpun. Begitu juga dengan tajjul harus segera ke kampus UPI untum menyelesaikan administrasi dan pendaftaran ulang.

Setelah acara pelulusan dan perpisahan selesai, lalu semua berpisah dan menyalami guru-guru dan orang tua siswa yang lain. Setelah acara tersebut selesai, hari-hari selanjutnya dilakukan sesuai kesibukan masing-masing. Tuhe dengan kampus UNPAD nya, erwin dengan perusahaan barunya begitu pun tajjul dengan kampus UPI nya, begitupun yang lainnya.

Kebahagiaan tajjul hampir terenggut ketika pendaftaran ulang di kampus UPI. Ketika itu pendaftaran ulang ke bandung, tajjul berangkat dengan temannya dan menumpang menuju ke bandung. Ketika pendaftaran di kampus UPI tepatnya di BAAK, teman tajjul ternyata tidak terdaftar sebagai calon mahasiswa yang menerima beasiswa bidi misi, tetapi hanya sebagai beasiswa SNMPTN yang hanya mendapatkan potongan setengah harga yaitu 50 % dari total biaya masuk. Hal tersebut mebuat hati tajjul gelisah, karena pada saat pendaftaran itu dia hanya berangkat sendirian tanpa ditemani sama kedua orang tua, sedangkan temannya tadi ditemani oleh orang tuanya. Ternyata temannya tadi katakanlah namanya TIA, dia harus membayar uang masuk sebesar 10.850.000. untungnya orang tua tia memang orang yang lumayan mapan, sehingga pas hari itu juga dia bisa langsung membayarnya. Lain halnya dengan tajjul, dia kebingungan sampai tidak mau jadi daftar ulangnya, dan kertas yang sudah diisi biodatanya hampir-hampir mau ia sobek. Dengan kecemasannya tersebut, datang seorang ibu-ibu dengan anak perempuaanya menghampiri dan bertanya kepada tajjul. Ibu itu bertanya kepada tajjul apa yang terjadi sampai tidak mau jadi daftar ulangnya. Lalu tajjul pun menjelaskan sedemikian rupa, tajjul merasa setelah lulus diawal dikiranya langsung mendapatkan beasiswa bidik misi, ternyata peraturan baru d kampus UPI menyatakan bahwa penyeleksian tidak selesai di tahap ujian SNMPTN tulis saja, tetapi ada penyaringan lagi di kampus UPI. Lalu ibu tersebut bertanya lagi mengenai pengumuman diterima tidak nya sebagai penerima beasiswa bidikmisi di UPI dengan mengecek kembali daftar namanya di internet. Tajjul kebingungan karena tidak tahu dan karena masih awam di daerah bandung, untuk ke warnet pun tidak tahu. Lalu ibu tersebut mengajaknya ke lantai dua BAAK menemui pa cecep yang pada saat itu berada di bidang kemahasiswaan. Ketika di cek, masih belum nampak nama tajjul tertera, tajjul msemakin terbata-bata matanya. Ternyata yang muncul dari daftar nama yang di terima di UPI sebagai penerima beasiswa bidikmisi dari SMK N 1 Pacet itu atas nama dede ahmad. Ternyata tajjul lupa ketika dia mendaftar nama yang dipakai adalah dede ahmad, sedangkan ketika di tanya untuk di cek nama dia menjawab tajjul. Akhirnya perasaaan bahagia pun tiba. Lalu tajjul pun berterima kasih kepada ibu tadi yang telah membantunya. Setelah itu lalu dia menyelesaikan pendaftarannya dengan perasaan bangga, haru, senang dan berbagai perasaan yang tercampur aduk dalam satu hati.

Setelah pendaftaran ulang, lalu tajjul pulang dengan perasaan yang bahagia bercampur bimbang karena ketika itu dia tertianggal oleh temannya yang tadi berangkat bareng dengannya ke bandung. Teryata tia masih menunggu tajjul, tetapi handpone yang dibawa tajjul mati jadi tidak bisa menghubungi tia, dan tia pun akhirnya pulang duluan tanpa sepengetahuan tajjul. Dengan memberanikan diri tajjul pun pulang sendirian sambil bertanya kepada kakak tingkat dan kepada satpam yang ada di gerbang kampus upi tersebut.

Lalu dia pulang dan sampai ke rumah pada malam hari. Meskipun dengan perasaan cape yang bercampur haru, dia pun menjelaskan langsung semua kejadiaanya di bandung berikut kebahagiaanya mendapatkan beasiswa untuk seumur kuliah di UPI bandung selama 4 tahun dengan kuliah tanpa biaya dari sendiri dan mendapatkan iuran bekal setiap bulannya. Dan beasiswa inilah yang membangkitkan semangat tajjul untuk berkembang dan berjuang di dunia pendidikan ini demi membantu keluarganya. Beasiswa ini yaitu beasiswa BIDIKMISI. Setelah menjelaskan panjang lebar, tanpa disadarai tajjul tertidur, dan sebelum menyelesaikan penjelasnnya, tajjul berharap ketika terbangun nanti akan tumbuh semangat baru, jiwa yang baru untuk menatap masa depan lebih cerah lagi.

Demikianlah cerita sekilas mengenai warna warni yang terjadi yang dialami mengenai bidikmisi ini, semoga berkenan dan menjadi hiburan ataupun luapan motivasi semata untuk pembangkit semangat muda pada diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s