LBM Menulis: BERUBAH! by Zaenal Abidin (Esai)

19264_1297933819185_1555576083_30774492_8223269_n2

BERUBAH !

 “…. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. …” (QS. 13 : 11)

***

Masalah adalah sebuah proses yang akan kita tempuh untuk menjadi lebih baik lagi, dan sebagaimana kita telah mengetahui bersama, masalah yang terjadi di Lingkar Bidik Misi UPI dari tahun ke tahun yaitu keterlambatan pencairan uang. Semoga masalah keterlambatan pencairan uang yang melanda kita semua ini bisa menjadikan kita semua lebih baik lagi. Amin

Kalau kita ingat dengan seksama masalah ini sudah terjadi beberapa kali, dan apa tanggapan dari kita? Kita hanya mengeluh, (Aagym : keluh kesah menandakan tak ridho dengan takdir-nya. Padahal setiap takdir bagi orang beriman pasti baik.) dan hanya bisa mengomentari kinerja para pengurus Lingkar Bidik Misi UPI dan kinerja para pekerja Keuangan UPI. Bukan seperti itu? Kita hanya bisa berdalih, “kita hanya menagih dan memperjuangkan yang sudah menjadi hak kita” itu lah yang selalu terlontar dari ucapan kita. Sungguh ironis kalau mengingat hal itu, karena secara faktual kita adalah Mahasiswa yang mempunyai kekurangan dalam segi ekonomi tapi lebih dalam prestasi, tapi apakah mengeluh itu cara seorang Mahasiswa yang katanya berprestasi dan ‘miskin’ dalam memperjuangkan haknya? Kalau seperti itu kita tidak ada bedanya dengan para pengemis yang meminta-minta uang di jalanan.

Terus, seharusnya apa tanggapan kita terhadap keterlambatan pencairan uang yang sudah menjadi hak kita? Kalau secara logika dan merujuk pada Muqoddimah di atas, tanggapan kita sebaiknya itu sebagai beikut :

  1. Pada dasarnya hak kita pasti akan menjadi milik kita, tapi perlu kita ingat bahwa di balik hak ada sebuah kewajiban, apakah kita sudah menjalankan kewajiban kita dengan baik? Misalnya IP 4? Kesempurnaan kewajiban yang kita jalankan akan berbanding lurus dengan hak yang kita dapatkan.
  2. Apakah kita akan menunggu keterlambatan pencairan uang dengan diam saja? Lalu kita tidak makan dan tidak melakukan apa-apa selama masa penantian itu? Kalau kalian seperti itu, kalian tidak Produktif. Kenapa kita harus menunggu uang? Kenapa tidak kita yang menjemput uang? Mudah kan ?!
  3. Bagaimana cara menejmput uang? Jawabannya Usaha teman.
  4. Apa usaha yang bisa saya lakukan? banyak teman.
  5. Misalnya apa? Silahkan baca terlebih dahulu Muqoddimah diatas! Sudah? Pada dasarnya nasib ada ditangan kita teman. Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan untuk mengubah nasib kehidupan kita yang tentunya menghasilkan uang, misalnya kita bisa mengajar, berjualan/berwirausaha, kerja sampingan, dan banyak hal lainnya.
  6. Kalau teman-teman ingin berwirausaha/berjualan tapi tidak mempunyai modal untuk memulainya, bukannya Lingkar Bidik Misi memfasilitasi uang pinjaman? Kita manfaatkan saja fasilitas yang ada, daripada kita memakai uang pinjamannya untuk makan, lebih baik kita gunakan saja untuk modal dan kita bisa makan dari keuntungan.
  7. 7.      Kalau teman-teman ingin berwirausaha, tapi tidak mempunyai pengetahuannya, bukannya lingkar Bidik Misi ada Departemen Edukasi? Kenapa tidak kita rekomendasikan saja program kerja Pendidikan Wirausaha, atau Seminar Kewirausahaan, dan lain sebagainya atau teman-teman juga bisa datang ke KOPMA lalu berbincang-bincang dengan para Pengurus KOPMA tentang cara berwirausaha, saya yakin teman-teman KOPMA juga akan melayani kita dengan baik. Maksimalkanlah semua fasilitas yang ada !
  8. Kalau teman-teman ingin mengajar atau kerja sampingan, teman-teman bisa mencari info lowongan kerja di Koran, Media Sosial, atau teman-teman bisa merekomendasikan ke Lingkar Bidik Misi Departemen Humas dan Publikasi untuk meminta diadakannya Info Loker.
  9. Banyak sekali teman cara untuk merubah kehidupan kita, daripada kita menunggu hal yang tidak pasti, lebih baik kita beraksi.

Ingat teman-teman, mengeluh tidak menyelesaikan masalah dan tidak membuat kita menjadi lebih baik. Ucapan pun tidak akan menyelesaikan masalah, tapi aksi nyata dari teman-teman yang dapat menyelesaikan masalah. Percuma saja kalau kita hanya pintar berteori tetapi kita tidak bisa melakukan aksi !.

Seharusnya kita bersyukur atas rahmat-Nya kita sudah bisa berkuliah di UPI, jangan pernah merasa kita mahasiswa UPI yang paling sengsara dan mengenaskan. Teman-teman punya teman yang mengajukan Penangguhan atau yang lebih kita kenal dengan Mahasiswa Advokasi? Perlu teman-teman ketahui mereka juga adalah mahasiwa yang mempunyai kekurangan dalam segi ekonomi, tapi mereka tidak seberuntung kita mendapatkan Beasiswa Bidik.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” ( QS. 55 : 13)

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. 14 : 7)

Jadi, pada intinya mari bersama-sama bersyukur  atas nikmat-Nya dan kita BERUBAH jauh lebih baik lagi, mari kita amalkan yang sudah menjadi Pedoman kita (Baca : Al-Qur’an). Bukannya Al-qur’an adalam pedoman hidu kita? Maka dari itu, mari kita tunjukan bersama aksi nyata kita untuk merubah kehidupan kita menjadi lebih baik, dengan berpegang pada teguh pada pedoman kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s